JAKARTA - Sejumlah penggali kubur khusus pasien COVID-19 di TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dilaporkan mogok kerja. Mereka protes spontan, karena upahnya belum dibayar.
Kepala TPU Jombang, Tabroni mengatakan, hal itu terjadi karena ada miskomunikasi. Para pekerja mengira bayaran harian mereka tidak cair. Padahal, ada pergantian sistem pembayaran bagi para penggali kubur, dari harian menjadi mingguan.
Tidak ada mogok. Hanya mis (miskomunikasi) aja. Biasa harian, sistem lama. Mau dibuat mingguan, sistem baru. kata Tabroni kepada SINDOnews di TPU Jombang, Ciputat, Tangsel, Senin (25/1/2021).
Para pekerja penggali kubur mendapat bayaran setiap lubang yang dibuat. Untuk setiap satu lubang, dibutuhkan lima pekerja dan dihargai Rp1 juta. Dalam sehari, mereka bisa menggali 5 lubang, dengan penghasilan Rp1 juta per orang.
Per lubang Rp1 juta. Per Senin ini, dibuat per minggu. Hanya minta kepastian, jika per minggu. Sehari bisa Rp1 juta per satu orang. Ada mis saja. Biasa harian, diubah ke mingguan. Hitungannya tetap sama, per lubang. katanya.